vaksin rabies

LAPORAN :
Sebaiknya aturan bahwa pemberian vaksin rabies harus menunggu observasi anjing selama 1 minggu ditiadakan. Karena penyebaran rabies pada manusia setelah digigit anjinh sangat cepat. Kalau menunggu anjing sampai mati apakah ada jaminan dari pemerintah kalau nyawa manusia itu bisa diselamatkan ? kalau ada upaya untuk menghemat vaksin sebaiknya bukan dengan menghambat distribusi vaksin dengan dalih observasi tetapi dengan pemberantasan anjing liar. Sekian dan terima kasih. matur suksma.
INFORMASI TAMBAHAN :
-
INSTANSI TUJUAN :
Dinas Pertanian Kota Denpasar
PLATFORM :
Mobile Phone
KATEGORI :
Usul / Saran
JENIS PENGADUAN :
Lingkungan - Hewan Liar
USER :
Noname
TANGGAL :
25-03-2017 06:52:13

Administrator
Atensi dari Kadis Pertanian :

Pemberian vaksin anti rabies (VAR) mengukuti protap yang sangat ketat, karena vaksin bukan obat. Vaksin adalah bibit penyakit yang dilemahkan dan ada efek sampingnya. Untuk pemberian VAR indikasinya adalah kalau tergigit oleh anjing rabies atau suspect/dicurigai rabies. Ketika pasien datang ke rabies centre maka akan dilakukan anamnesis seperti status ANJING : liar.. peliharaan. Di vaksin atau tidak ada provokasi/ tidak.gejala klinis rabies pada anjingnya. Dari sana baru diputuskan apakah pasien perlu VAR atau tidak. Kalau anjing sdh diikat/dikandangkan... di vaksin teratur... dan tdk menunjukkan gejala klinis rabies makan 100 % itu tdk.perlu VAR. Observasi hanya utk memastikan bahwa anjing tersebut benar2 bukan anjing rabies.
Perlu dicatat bahwa ada anggapan di masyarakat bahwa setiap gigitan harus divaksin krn menganggap setiap anjing adalah anjing rabies. Padahal tdk. Apalagi di dps berdasarkan data epidemiologi terutama dr pertengahan tahun 2016 dan tahun ini tdk ditemukan adanya anjing positif rabies.
25-03-2017 11:32:36
Administrator
Pengaduan kami alihkan ke Dinas Pertanian Kota Denpasar
25-03-2017 10:16:24
Navy
mantap pak kadis 👍
26-03-2017 00:39:54