Evaluasi pengaduan melalui PRODENPASAR

2014-04-16 00:00:00 | 2720 pembaca


Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan publik yang memuaskan terhadap masyarakat. Selain memberikan pelayanan dalam bidang administrasi satu pintu di Graha Sewaka Dharma, kini Pemkot Denpasar juga memberikan pelayanan dan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait pelayanan yang telah diterimanya.

Kepala Dinas Kominfo Dewa Made Agung saat pertemuan dengan berbagai instansi dalam penganganan masalah pengaduan di Kota Denpasar yang disampaikan melalui "Pro Denpasar" Selasa (15/4) mengatakan pengaduan masyarakat tersebut ditujukan untuk berbagai instansi melalui pengelolaan pengaduan satu pintu yang di sebut "Pro Denpasar" (pengaduan rakyat online) Kota Denpasar. Lebih lanjut ditambahkan penangan "Pro Denpasar" dikoordinir oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (kominfo) Kota Denpasar. "Meski demikian masyarakat kota Denpasar dapat memberikan pengaduan langsung ke masing-masing instansi maupun langsung ke Pro Denpasar," ujar Dewa Agung. Untuk pengaduan masyarakat yang langsung ke masing-masing instansi juga akan di sampaikan ke "Pro Denpasar" dengan alamat http://pengaduan.denpasarkota.go.id/ sehingga masyarakat tetap bisa mengakses bagaimana tindak lanjut dari pengaduannya. Disamping pengaduan melalui website tersebut menurut Dewa Agung masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui https://twitter.com/prodenpasar dan line telepon 0361-419444.

Pro Denpasar ini yang telah diresmikan Wakil Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo saat peringatan HUT 226 Kota Denpasar beberapa waktu lalu sampai saat ini telah menerima sebanyak 166 pengaduan dengan 153 pengaduan yang telah ditindaklanjuti, serta sebanyak 13 pengaduan masih dalam prose instansi terkait. dari pengaduan tersebut sebanyak 83 pengaduan masyarakat disampaikan melalu twitter Pro Denpasar. sisanya melalui website, Facebook, dan melalui surat pengaduan yang didapat di setiap instansi terkait. lebih lanjut Dewa Agung juga menjelaskan dari setiap pengaduan yang masuk, masing-masing instansi harus memberikan jawaban dengan batas waktu tiga hari, hal ini sesuai dengan Perwali no. 45 Tahun 2013. Sementara terkait dengan penanganan pengaduan yang membutuhkan koordinasi dengan beberap instansi seperti pengaduan reklame yang membutuhkan waktu 7 hari harus segera mendapatkan respon. karena masih sebagai program inovativ yang baru dari Pemkot Denpasar, sehingga masih menemui beberapa kendala diantaranya operator penanganan pengaduan dimasing-masing instansi sering berganti. sehingga hal ini menjadi kendala dalam melakukan koordinasi selanjutnya. disamping itu hal ini juga membawa dampak lambatnya penanganan pengaduan, sehingga melebihi limite time.