Pengaduan

user image

29/06/2024, 20:32:30 Sikap Bijak dalam menyikapi Prostitusi

kepada : Yth. Pemerintah Kota Denpasar perihal : Kritik Om Swatyastu, Mohon izin menyampaikan kritik kepada pemerintah kota Denpasar, mengenai kasus prostitusi di Bali menurut hemat saya, solusi terbaik dalam menyikapi prostitusi adalah bukan dengan menghilangkan, karena prostitusi bukan untuk diberangus dan bukan untuk dihilangkan, tapi untuk ditertibkan dan dilokalisasi, sehingga lebih mudah melakukan pendataan dan penyuluhan kesehatan. Sehingga menurut hemat saya, solusi paling tepat dalam menyikapi prostitusi adalah di-Tertibkan dan di-Lokalisasi, sehingga lebih mudah melakukan pendataan kepada PSK dan Pelanggannya dan lebih mudah melakukan penyuluhan kesehatan Ketika Lokalisasi dibubarkan, sehingga PSK bubar hilang entah kemana, sehingga paramedis kesulitan melakukan pendataan dan kesulitan juga memberikan penyuluhan karena telah kehilangan jejak mereka, sehingga lebih sulit mengkontrol dan memberikan penyuluhan. Sebenarnya prevalensi HIV/AIDS itu justru bukan banyak dari kalangan lokalisasi, tapi justru banyak berasal dari kalangan diluar Lokalisasi sebenarnya solusi mencegah HIV/AIDS adalah dengan menjalankan A-B-C-D (protocol medis cara mencegah HIV/AIDS), karena meskipun Lokalisasi tidak ada, tapi kurang menjalankan A-B-C-D ya tetap saja prevalensi HIV/AIDS jadi tinggi. Sebaiknya kita tidak mudah menstigma bahwa mereka yang ke lokalisasi hanya kalangan anak muda atau yang sudah beristri saja, sebab salah satu pelanggan lokalisasi adalah dalam suatu kondisi misalnya dulunya dinas di luar bali, lalu pensiun dan pindah ke bali, tapi istrinya ga mau ikut dan akhirnya cerai dan pindah ke bali, namun di bali kesepian karena semua anak-cucu di rantauan, kemudian menikah lagi dengan janda, namun entah mengapa belum lama menikah sudah cerai lagi dan akhirnya sendiri lagi, meskipun sudah tua, namun masih tetap punya hasrat biologis yaitu kebutuhan seksual, lalu kepada siapa menyalurkan kebutuhan tsb mengingat ga ada istri, ada juga kondisi lain kakek dua maunya nikah lagi tapi anak nya tidak setuju bapaknya menikah lagi, sedangkan bapaknya adalah kakek duda kesepian dan kemana menyalurkan hasrat? klo bisa menahan hasrat biologis ya bagus, tapi kenyataannya tidak semua orang bisa menahan hasrat biologis, sehingga ini ga bisa dipaksakan, daripada memaksakan diri menahan hasrat akhirnya jebol dan akhirnya lepas kontrol ga bisa mengendalikan hawa nafsu akhirnya malah mencabuli orang lain, makanya kasus pencabulan dan pelecehan seksual tinggi, karena ga ada penyaluran dan ga bisa mengkontrol hawa nafsunya daripada sampai terjadi hal yang seperti ini, itulah makanya perlu adanya "Lokalisasi" Jika mereka ga bisa menahan hasrat seksualnya, lalu disalurkan ke lokalisasi, sehingga kebutuhan biologis hasrat seksualitas mereka terpenuhi dan ga sampai memperkosa apalagi mencabuli Inilah makanya keberadaan lokalisasi itu penting terutama adalah sebagai solusi untuk kondisi-kondisi yang seperti ini selain itu ada wacana katanya, "dengan membubarkan dan menutup lokalisasi, sehingga sebagai gantinya para PSK akan diberikan pekerjaan, pelatihan kerja dan diberikan modal usaha" mohon maaf, saya mohon izin memberikan kritik, kenyataannya Masyarakat yang bukan PSK dan Masyarakat yang ga ada hubungannya dengan prostitusi saja masih banyak yang menganggu, susah dapat kerja, tidak punya bisnis dan tidak punya modal bisnis, kenapa tidak masyarakat yang itu saja didahulukan diberikan pekerjaan, pelatihan bisnis dan modal usaha? Sebab, sebelum kita memberikan pekerjaan, bisnis dan modal usaha untuk para Eks-PSK, perlu kita renungkan tiap hari, apakah semua masyarakat sudah mendapatkan pekerjaan, bisnis dan modal usaha sehingga tidak ada yang menganggur dan tidak ada yang hidup susah? itu dulu yang dipikirkan, sebelum memberikan bantuan kepada para PSK Jika PSK dulu yang diberikan lapangan pekerjaan, pelatihan bisnis dan modal usaha, nanti masyarakat yang bukan PSK dan yang ga ada hubungannya dengan prostitusi nanti masih banyak yang menganggur dan ga dapat pekerjaan dan ga punya bisnis, sehingga sama saja banyak yang kurang sejahtera Oleh karena itu, sebelum mengeluarkan kebijakan memberikan pekerjaan, pelatihan bisnis dan modal usaha kepada para PSk, perlu merenungkan terlebih dulu, "Apakah semua masyarakat sudah mendapatkan pekerjaan, punya bisnis dan sejahtera hidupnya?" Sebab alih-alih mau memberikan pekerjaan, bisnsi dan modal usaha kepada mereka yang PSK, nyatanya masyarakat yang bukan PSK saja masih banyak yang menganggur, sulit dapat kerja, ga punya bisnis dan ga punya modal usaha Demikian saran saya, Mohon maaf, saya bukan orang yang bekerja di bidang prostitusi dan tidak ada hubungannya/tidak ada kepentingan dengan prostitusi,saya juga bukan orang yang membela hal itu, tetapi saya hanya memberikan saran yang mudah-mudahan bisa menjadi bahan pertimbangan bersama-sama untuk menyudahi konflik antara Petugas dengan Tempat-tempat Lokalisasi sehingga untuk menyudahi konflik ini, menurut hemat saya, solusinya adalah bukan dengan cara menutup atau memberangus lokalisasi, tapi dengan cara menertibkan dan dilokalisasi sehingga lebih mudah mendata PSK dan Pelanggannya, sehingga lebih mudah melakukan penyuluhan kesehatan, sehingga lebih mudah menekan kasus HIV/AIDS, justru dengan cara yang seperti ini kasus HIV/AIDS dapat diminimalisir bahkan (mohon maaf) adalah tidak masalah bila dimana-mana ada prostitusi bahkan (mohon maaf) meskipun di seluruh bali ada prostitusi juga ga masalah, yang penting ditertibkan dan dilokalisasi, sehingga lebih mudah mendata PSK dan Pelanggannya dan lebih mudah melakukan penyuluhan kesehatan. Cara yang dilakukan zaman dulu yaitu dengan menertibkan dan melokalisasi Prostitusi sehingga lebih mudah mengkontrolnya adalah cara yang paling bagus dan paling efektif, sudah mentok dan tidak ada cara lain yang lebih baik daripada itu, cara zaman dulu sudah adalah yang paling bagus dalam menanggulangi prostitusi yaitu dengan melokalisasinya, lalu ngapain sekarang cara ini dirubah-rubah lagi Demikian saran saya, mohon maaf sebelumnya bila ada yang kurang berkenaan, semoga saran saya ini bisa menjadi pertimbangan bersama-sama suksma



Informasi Pendukung:

Instansi Tujuan : Dinas Sosial Kota Denpasar
Ditembuskan :
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
  • Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar
Platform : Email
Kategori : Usul / Saran
Jenis Pengaduan : Sosial & Tenaga Kerja - Masalah Sosial & Tenaga Kerja Lainnya
Pelapor : Noname
Dibaca Sebanyak : 421

Tindak Lanjut Pengaduan

2
Kasat Pol PP - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar 01-07-2024 09:15:50
message user image
TL Awal (Respon Awal)

sedang diproses


Kasat Pol PP - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar 27-08-2024 09:50:53
message user image
TL di Lapangan

sudah ditinaklanjuti

Komentar

0
Tidak terdapat tanggapan!