Di Jalan Gandapura III H gotnya tersumbat dengan sampah dan nyamuk berkembang biak terus. Dua bulan lalu saya melaporkan ini ke Jumantik desa dan langsung diisi Abate katanya namun hari ini (25.08.26) saya melihat airnya tetap genang, penuh sampah plastik dan ada banyak sekali nyamuk dewasa yang suka hinggap di airnya. Saya juga pernah buat pengaduan ke ProDps sekitar 7-10 hari yang lalu namun ditujukan ke Dinas PUPR Kota Dps karena menyangkut drainase. Jika kurang ada tindakan dengan strategi yang sistemik dan preventatif nyamuk aedes aegypti dan nyamuk jenis lain akan berkembang biak dengan mudah dan kasus DB bertambah (katanya di III H ini sudah ada yang kena DB sebelum saya lapor ke Jumantik). Kalau kembang biaknya nyamuk tidak dicegah dengan sistem yang strategis dan masif di Kota Denpasar iya makin banyak warga sakit dengan penyakit DB, cingkungunnya dsb, bahkan yang rentan terancam jiwanya (di Gandapura ada anak SD meninggal karena kena DB beberapa tahun yang lalu). Di samping itu RS di Kota Dps dipenuhkan oleh pasien DB dan susah mencari tempat tidur. Sekitar 15 tahun di wilayah sini lebih serius banjar / dusun / desa menanangi lingkungan terutama pemberantasan nyamuk. Mesti gotnya bersih dari sampah, got tidak tersumbat dan warga diedukasi tentang genangan air dan kebersihan di rumah masing-masing. Kita sudah hidup di abad ke 21 dan punya pengetahuan dan teknologi modern, jadi mesti lebar cepat bisa mengecah hama yang bisa menimbulkan penyakit di keluarga kita. Demi lingkungan yang sehat, nyaman dan bersih, suksma atas atensinya!